Cara kerja rem cakram dan komponenya

 Cara kerja rem cakram dan komponenya

Cara kerja rem cakram dan komponenya

Halo sobat info-Otomotif kali ini kita akan membahas tentang bagian kaki-kaki pada mobil, bagian ini adalah bagian yang cukup penting dalam memperlambat dan menghentikan mobil sobat info-otomotif, yaitu rem. Jika sobat Info-Otomotif ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagian rem cakram mobil simak penjelasan dibawah berikut

CARA KERJA REM CAKRAM

Sistem rem cakram adalah sistem yang paling banyak digunakan sebagian besar kendaraan pada saat ini, rem ini menggunakan tekanan hidrolik untuk menekan kampas rem guna mengapit lempengan cakram sehingga menimbulkan gesekan yang memperlambat laju kendaraan, alasanya pabrikan kendaraan memilih sistem cakram adalah keefektivitasan yang lebih unggul dibandingkanrem tromol.

KOMPONEN REM CAKRAM MOBIL

Komponen pada sistem pengereman cakram sendiri terdiri dari enam peranti dasar. Peranti tersebut adalah

1.Kaliper Rem

Kaliper merupakan bagian penting dalam sistem pengereman cakram mobil, kaliper memiliki fungsi sebagai penopang kampas rem, tempat piston brake berada dan fungsi utamanya adalah tempat terjadinya gerakan mekanis yang mengandalkan tekanan hidrolik sehingga kampas dapat menjepit piringan cakram.

Floating Caliper adalah salah satu kaliper rem yang posisinya berada di bagian brake support caliper dan tipe kaliper ini nantinya akan bergeser dan bergerak ke bagian kiri atau kanan. Pada kaliper floating, maka piston rem hanya tersedia untuk satu sisi saja. Pada saat piston mobil bergerak mendorong kampas rem cakram, maka sisi lainnya akan menjepit bagian kampas rem di sebelahnya.

Fixed Caliper adalah kaliper yang posisinya menyatu dengan brake support caliper dan hal ini membuat kaliper tetap diam dan akan bekerja untuk menekan kampas rem yaitu piston remnya saja.

2.Kampas Rem

Kampas rem atau biasa disebut brake pad adalah komponen yang memiliki kerja cukup berat karena yang akan saling bergesekan langsung dengan cakram yang menimbulkan gaya gesek sehingga dapat menghentikan putaran roda pada kendaraan.

Pemilihan kampas rem yang tepat akan sangat mempengaruhi umur dari cakram, disarankan memilih kampas rem dengan merk yang sudah cukup dikenal baik oleh mekanik andalan anda, karena jika terlalu keras akan menggerus piringan cakram sehingga cakram akan cepat aus.

3.Piringan Cakram

Piringan cakram adalah komponen yang lansung terhubung ke as roda sehingga akan ikut berputar jika mobil bergerak, piringan cakram biasanya dibuat dari besi cor sehingga kuat dan tahan gesekan, namun ada beberapa bahan lain seperti serat karbon yang digunakan oleh kendaraan yang membutuhkan kecepatan tinggi seperti mobil balap.

Ada 2 tipe piringan cakram mobil yang populer di Indonesia sampai sekarang yaitu solid disc dengan ventilated disc.

Solid disc adalah tipe cakram yang bentuknya solid tanpa ada lubang sehingga pengereman dapat maksimal, namun akan cepat panas karena tak ada rongga pada disc yang berfungsi sebagai ventilasi.

Ventilated disc adalah tipe cakram yang memiliki lubang yang berfungsi sebagai ventilasi udara sehingga dapat menurunkan suhu panas saat mobil berjalan.

4.Caliper Bracket

Caliper bracket atau brake support caliper memang tidak bisa dilepaskan dari satuan rem cakram mobil, karena caliper bracket berguna sebagai tempat untuk memasangkan caliper dan hal ini akan membuat caliper berada pada tempatnya, sehingga tidak akan bergerak.

5. Piston Brake

Piston brake adalah piston yang terdapat pada kaliper rem, piston brake berfungsi sebagai komponen yang menekan kampas rem sehingga dapat bergesekan dengan piringan cakram.

6. Seal Piston

Seal piston adalah pelindung agar minyak rem tidak keluar saat diinjak, sehingga minyak rem akan awet dan tidak mengaliri piringan cakram.

7. Master Silinder

Master silinder akan bekerja dengan mengubah gerakan mekanis pada bagian pedal rem menjadi tekanan hidrolik. Master silinder memiliki komponen sistem yang langsung terhubung dengan pedal rem dan dari piston lah akan terjadi penekanan pada fluida atau minyak rem. Ada 2 tipe master silinder yang populer di Indonesia yaitu master silinder tipe tandem dengan tipe tunggal.

Tipe tandem adalah master silinder yang memiliki dua outlet hose dan dua buah piston yang bisa memisahkan antara pengendalian roda belakang dengan roda bagian depan. Apabila salah satu piston tidak bekerja dengan baik, maka piston yang satunya akan tetap melakukan proses pengereman, sehingga akan aman dipakai.

Tipe tunggal adalah master silinder yang hanya membawa satu outlet hose dan satu piston saja. Satu bagian ini memiliki fungsi yang sama yaitu mengendalikan keempat roda dengan baik. Secara keamanan, tipe tunggal memang kurang, karena saat terjadinya kerusakan dan kondisi yang memburuk, maka sistem pengereman akan sangat terganggu.

8. Reservoir Tank

Reservoir tank adalah komponen rem cakram yang berfungsi untuk menampung minyak rem cadangan yang biasanya terpasang secara menyatu dengan bagian master silinder. Pada bagian tabungnya juga sudah terpasang sebuah sensor untuk mendeteksi tingkat ketinggian volume minyak rem.

9. Brake Fluid

Brake fluid atau minyak rem berfungsi sebagai media penghantar yang mampu menghasilkan tenaga dorong dari pedal rem ke bagian caliper, hal ini akan membuat kampas rem menjepit bagian piringan cakram.

Minyak rem memang terbagi menjadi beberapa spesifikasi berdasarkan dari titik didih setiap tipe yang diperjelas dengan adanya standarisasi pada bagian kemasan yang bertuliskan atau ditandakan dengan dot 3 dan dot 4.

Para pemilik mobil pasti harus memperhatikan spesifikasi dari minyak rem yang akan dipakai dalam mobil, sehingga proses pengereman akan bekerja dengan baik dan tepat.

10. Booster Rem

Booster rem berfungsi untuk membantu memberikan keringanan pada pengemudi saat menginjak pedal rem, dengan adanya booster rem pada sistem rem maka saat menginjak pedal rem tidak memerlukan banyak energi, berbeda dengan sistem rem tanpa booster rem, saat pengemudi menginjak pedal rem akan memerlukan energi yang lebih banyak atau terkesan lebih berat.

11. Selang Hidrolik

Selang hidrolik adalah selang yang berfungsi sebagai penyalur minyak rem, selang ini cukup tebal sehingga meminimalisir kebocoran pada minyak rem mobil.

12. Pedal Rem

Pedal rem adalah komponen yang berfungsi mengaktifkan sistem pengereman dengan cara pengemudi menginjak pedal rem di ruang kemudi.

CARA KERJA SAAT PEDAL REM DIAKTIFKAN

Untuk lebih jelasnya, rangkaian operasional dari sistem ini bermula dengan diaktifkannya pedal rem. Atau bisa dikatakan saat Anda menginjak pedal rem.

Sistematika aktivitas ini akan dimulai dari pedal rem yang akan menghasilkan tekanan hidrolik pada master silinder. Karena adanya tekanan tersebut, piston yang berkaitan dengan aktuator rem akan aktif.

Piston inilah yang akan menggerakkan brake caliper yang berguna untuk menghentikan rotor dengan paksaan. Cara kerjanya adalah dengan mengapit rotor menggunakan dua buah kampas yang digerakkan piston.

Efek dari jepitan ini adalah rotor akan mengalami hambatan untuk terus berputar, yang kemudian menghasilkan panas karena gesekan. Saat disc brake berhenti, ban kendaraan juga akan dipaksa untuk berhenti atau mengalami pengurangan kecepatan.

Cara kerja rem cakram ini juga akan memberi efek gaya gesek pada ban dan juga permukaan aspal. Yang mana kerap hadir dengan suara decitan keras hingga bau gosong akibat perubahan gaya gesek ke panas.

CARA KERJA SAAT PEDAL REM DILEPAS

Sistematika daya apit ini bisa aktif dan non aktif bergantung dengan pedal rem. Saat diaktifkan maka daya hidrolik akan melakukan tugasnya. Namun saat pedal rem dilepas, maka tekanan hidrolik akan terlepas atau hilang.

Efeknya adalah brake caliper, piston, dan juga aktuator akan kehilangan kekuatan untuk pengeraman. Saat itu pula, cara kerja rem cakram akan berakhir sepenuhnya. Rotor yang tidak lagi terapit dan terganggu putarannya akan kembali berfungsi.

Pada dasarnya sistem ini juga akan bergantung dengan kekuatan injakan pedal rem, semakin kuat pijakan maka akan semakin erat jepitan kampas dan pengereman .

Secara garis besar, prinsip kerja dari disc brake sendiri terdiri dari berbagai kegiatan yang saling berkesinambungan. Mulai dari perubahan gaya gesek bidang putar dan diam menghasilkan panas, hingga konfigurasi beberapa komponen keseluruhan pada sistem mobil.

Bisa disimpulkan bahwa pedal akan membuat brake caliper mengapit cakram untuk mengurangi laju mobil.

Sistem rem cakram adalah salah satu sistem pengereman yang umum digunakan kendaraan roda dua atau lebih. Rem cakram harus dilakukan perawatan dengan cara menganti kampas yang aus ataupun bagian yang rusak, jika tidak langsung diganti maka akan mesrusak cakram karena langsung bergesekan dengan plat kampas rem dan akan merusak permukaanya. Untuk menjaga kondisi mobil agar selalu prima sobat Info-Otomotif harus selalu melakukan pengecekan, servis mesin secara berkala dan melakukan penggantian suku cadang apabila sudah mengalami kerusakan.

Jika terdapat kerusakan pada mobil sobat Info-Otomotif bisa melakukan melakukan konsultasi pembelian pada no dibawah ini

whatsapp ordergoogle maps

Featured image by alibaba

artikel by wuling.id

Info Otomotif Barokah Motor

https://info-otomotif.com

BUKAN SIAPA SIAPA HANYA PEMUDA YANG MEMILIKI MIMPI

Related post

Translate »